Skala ditentukan oleh jumlah kelas aset yang ditokenisasi, jumlah investor, tingkat otomasi custody, dan apakah lisensi dipegang sendiri atau menumpang mitra — bukan sekadar ukuran server. Tier 03 adalah skala acuan program: platform berlisensi sendiri, lintas yurisdiksi, dengan total tiga tahun Rp 180,0 miliar.
1 kelas aset (1 SPV), custody multisig, satu yurisdiksi (ID).
3–5 SPV, pasar sekunder internal, custody institusional, ID + SG.
10+ kelas aset lintas yurisdiksi, lisensi sendiri, order book & API institusi, DR multi-region.
Lapisan compute, database, storage, jaringan, dan pengelolaan kunci — setara fungsi "server fisik" meski dijalankan di cloud. Seluruhnya biaya berjalan bulanan.
| Komponen | Tier 1 · Pilot | Tier 2 · Growth | Tier 3 · Institusional |
|---|---|---|---|
| Compute (app server / K8s cluster)Autoscaling; T3 aktif di 3 region | $800 | $4.200 | $13.500 |
| Database (Postgres + Redis)Managed, HA di T2–3, read replica lintas region di T3 | $400 | $1.900 | $7.000 |
| Storage (S3 + IPFS pinning + arsip)Dokumen legal, sertifikat aset, metadata token, arsip audit 10 th | $150 | $900 | $3.800 |
| Jaringan (CDN, LB, bandwidth)Cloudflare enterprise + private link ke kustodian di T3 | $100 | $700 | $3.200 |
| Backup & disaster recoveryT1 snapshot bawaan; T3 DR site aktif-aktif, RPO < 5 menit | $100 | $800 | $3.500 |
| HSM / key managementT1 cloud KMS; T3 HSM tersertifikasi FIPS 140-2 Level 3 | $50 | $500 | $3.000 |
| Total / bulan | $1.600 | $9.000 | $34.000 |
| Setara Rupiah / bulan | Rp 28,6 jt | Rp 161,1 jt | Rp 608,6 jt |
| Setara Rupiah / tahun | Rp 0,34 M | Rp 1,93 M | Rp 7,30 M |
Lapisan layanan & lisensi yang membuat infrastruktur berfungsi sebagai platform tokenisasi: node blockchain, custody, KYC/AML, keamanan, dan data feed. Biaya berjalan bulanan.
| Komponen | Tier 1 · Pilot | Tier 2 · Growth | Tier 3 · Institusional |
|---|---|---|---|
| Node / RPC providerAlchemy / Infura — dedicated node di T3 | $300 | $1.600 | $6.500 |
| KYC / AML platformSumsub / Onfido + screening sanksi & PEP berkelanjutan | $300 | $1.900 | $7.500 |
| Custody / wallet managementMultisig (T1) → Fireblocks/Copper tier institusi (T2–3) | $200 | $2.800 | $10.500 |
| Keamanan & monitoringWAF, SIEM, monitoring smart contract (Forta / OZ Defender) | $200 | $1.200 | $4.500 |
| Data & oracle feedHarga aset, valuasi berkala, feed NAV | $100 | $600 | $1.500 |
| DevOps & toolingCI/CD, container registry, observability | $100 | $400 | $500 |
| Total / bulan | $1.200 | $8.500 | $31.000 |
| Setara Rupiah / bulan | Rp 21,5 jt | Rp 152,2 jt | Rp 554,9 jt |
| Setara Rupiah / tahun | Rp 0,26 M | Rp 1,83 M | Rp 6,66 M |
Komponen yang dibayar di muka sebelum platform live, plus CAPEX lanjutan di Tahun 2–3 untuk re-audit dan pengembangan modul. Yang membedakan tokenisasi dari software biasa: porsi audit dan legal sangat besar.
| Komponen | Tier 1 | Tier 2 | Tier 3 |
|---|---|---|---|
| Pengembangan smart contractERC-1400/3643; T3 mencakup modul transfer-agent & corporate action | $55.000 | $175.000 | $520.000 |
| Security audit & bug bountyT3: dua firm independen + bug bounty berjalan | $40.000 | $135.000 | $430.000 |
| Platform, investor portal & API institusiFrontend, backend, KYC, admin console; T3 + order book & API kustodian | $55.000 | $230.000 | $795.700 |
| Struktur legal, SPV & perizinanT1 ID; T2 ID+SG; T3 lisensi penuh + modal kepatuhan regulator | $30.000 | $110.000 | $560.000 |
| Setup infrastruktur & keamanan awalArsitektur dasar → HA → multi-region DR + hardening | $12.000 | $55.000 | $240.000 |
| Total CAPEX Tahun 1 | $192.000 | $705.000 | $2.545.700 |
| Setara Rupiah | Rp 3,44 M | Rp 12,62 M | Rp 45,57 M |
| CAPEX lanjutan Th-2Re-audit, upgrade modul, ekspansi region | $22.000 | $90.000 | $260.000 |
| CAPEX lanjutan Th-3Refresh berkala & pengembangan fitur | $15.000 | $60.000 | $180.000 |
Gabungan gaji tim, biaya hardware + software bulanan, dan retainer legal berjalan. Ini yang menentukan burn rate — dan pada Tier 3, OPEX tiga tahun (Rp 126,6 miliar) jauh melampaui CAPEX-nya.
| Komponen / bulan | Tier 1 | Tier 2 | Tier 3 |
|---|---|---|---|
| Tim developer, produk & complianceT1: 6 orang · T2: 16 orang · T3: 34 orang — blended $2.300–$3.000/orang/bln | $13.800 | $43.200 | $102.000 |
| Hardware / infrastrukturdari tab 02 | $1.600 | $9.000 | $34.000 |
| Software & lisensidari tab 03 | $1.200 | $8.500 | $31.000 |
| Retainer legal & compliancePemeliharaan SPV, pelaporan berkala; T3 multi-yurisdiksi | $900 | $3.500 | $11.000 |
| Total OPEX / bulan | $17.500 | $64.200 | $178.000 |
| Total OPEX / tahun | $210.000 | $770.400 | $2.136.000 |
| Setara Rupiah / tahun | Rp 3,76 M | Rp 13,79 M | Rp 38,23 M |
CAPEX terbesar di Tahun 1, lalu menyusut jadi CAPEX lanjutan di Tahun 2–3. OPEX tumbuh 10% per tahun mengikuti penambahan tim dan volume transaksi.
Total 3 tahun: $924.100 (≈ Rp 16,5 miliar)
Total 3 tahun: $3.405.024 (≈ Rp 60,9 miliar)
Total 3 tahun: $10.055.860 (≈ Rp 180,0 miliar)
| Rekapitulasi (COGS) | Tahun 1 | Tahun 2 | Tahun 3 | Total 3 Tahun |
|---|---|---|---|---|
| Tier 01 · Pilot | Rp 7,20 M | Rp 4,53 M | Rp 4,82 M | Rp 16,54 M |
| Tier 02 · Growth | Rp 26,41 M | Rp 16,78 M | Rp 17,76 M | Rp 60,95 M |
| Tier 03 · Institusional | Rp 83,80 M | Rp 46,71 M | Rp 49,49 M | Rp 180,00 M |
Lima pemain yang benar-benar sudah berjalan di Indonesia per Juli 2026 — bukan proyeksi. Pola yang muncul: hampir tidak ada yang membangun seluruh stack sendirian seperti model Tier 1–3 di tab sebelumnya.
| Pemain | Model & Peran | Infrastruktur | Mitra Kunci | Skala Aktual |
|---|---|---|---|---|
| D3 LabsPruv Finance / SeaSeed | Vendor infra B2B — bukan issuer. Menjual modul blockchain sebagai API gateway ke sistem core banking. | Pemegang izin pertama kategori D-FMI di sandbox OJK DFA | BTN, BCA, Mandiri, Pegadaian + 7 bank Asia Tenggara | Multi-bank pipeline; AUM tidak dipublikasi |
| BTN × Reliance × D3 LabsTokenisasi DIRE | Bank menerbitkan REIT properti berbasis blockchain — bank tidak membangun infra, hanya menyediakan aset dasar. | Infra dilisensikan dari D3 Labs, bukan dibangun in-house | Reliance Manajer Investasi (pengelola DIRE) | Pilot: properti aktif debitur BTN sebagai underlying |
| IDDBPT Sejahtera Bersama Nano | Token issuer independen — obligasi negara (INDON34) sebagai underlying, konsorsium 4 pihak masing-masing pegang satu fungsi. | Tidak membangun exchange/custody sendiri — full konsorsium | Nanovest (exchange), STAR AM (investment manager), Bank Sinarmas (kustodian) | ~100 user terdaftar, AUM ≈$79.000 (≈Rp1,2 M) 3 bulan pasca-launch |
| Indodax / PintuDistribusi RWA global | Exchange existing menambah token RWA (saham AS, ETF) sebagai fitur baru — tidak membangun tokenisasi sendiri. | Integrasi ke platform exchange yang sudah berizin & punya basis user | Penyedia token RWA global (mis. tokenized equity provider) | 20+ aset RWA, basis user jutaan (existing) |
| Tokenize IndonesiaProgram akselerator | Bukan platform — jalur pendanaan tahap awal untuk startup RWA blockchain. | — | BRI Ventures, Coinvestasi, Saison Capital | Kurasi startup, showcase di Coinfest Asia |
Sandbox OJK adalah gerbang wajib sebelum funding serius masuk — bukan sumber dana itu sendiri, tapi prasyarat kredibilitas. Setelah lolos sandbox, ada tiga jalur pendanaan riil yang dipakai pemain di atas.
Contoh: BTN × Reliance × D3 Labs
Contoh: IDDB (SBN + Nanovest + STAR AM + Bank Sinarmas)
Contoh: Tokenize Indonesia (BRI Ventures, Coinvestasi, Saison Capital)
Semua pemain riil di atas memilih model konsorsium (Jalur A/B), bukan membangun seluruh stack sendiri seperti asumsi Tier 1 di tab CAPEX. Berikut dampaknya bila strategi itu diterapkan ke skala Pilot/MVP kita.
| Komponen CAPEX | Model Build-Sendiri (Tier 1) | Model Lisensi/Konsorsium |
|---|---|---|
| Smart contract & platformKonsorsium: dilisensikan dari vendor infra (mis. tipe SeaSeed) | $110.000 | $32.000 |
| Security auditKonsorsium: sebagian tercakup di level platform vendor | $40.000 | $14.000 |
| Struktur legal / SPVKonsorsium: numpang lisensi Investment Manager mitra | $30.000 | $14.000 |
| Setup infrastrukturKonsorsium: fee integrasi ke platform exchange mitra | $12.000 | $16.000 |
| Total CAPEX Tahun 1 | $192.000 | $76.000 |
| Setara Rupiah | Rp 3,44 M | Rp 1,36 M |
Seluruh angka di tab 01–06 adalah harga pokok. Tabel ini menurunkan nilai kontrak yang perlu ditagihkan agar margin tercapai, memakai COGS Tier 03 tiga tahun sebesar Rp 180,0 miliar.
| Skenario margin | Nilai kontrak 3 tahun | Margin kotor |
|---|---|---|
| Margin 20%Nilai kontrak = COGS ÷ (1 − 20%) | Rp 225,0 miliar | Rp 45,0 miliar |
| Margin 30%Nilai kontrak = COGS ÷ (1 − 30%) | Rp 257,1 miliar | Rp 77,1 miliar |
| Margin 40%Nilai kontrak = COGS ÷ (1 − 40%) | Rp 300,0 miliar | Rp 120,0 miliar |
Pada skala ini, pendanaan sekaligus di muka tidak realistis. Pola yang lazim adalah pembiayaan bertahap yang dikunci pada milestone perizinan.
| Tahap | Kebutuhan dana | Pemicu pencairan | Sumber lazim |
|---|---|---|---|
| Tahap 1 · Bangun & sandboxBulan 1–12 | Rp 83,8 miliar | Lolos seleksi sandbox OJK; audit pertama tuntas | Neraca sponsor / strategic partner |
| Tahap 2 · Lisensi & peluncuranBulan 13–24 | Rp 46,7 miliar | Izin penuh terbit; aset pertama live | Konsorsium institusi + IM mitra |
| Tahap 3 · SkalaBulan 25–36 | Rp 49,5 miliar | AUM & volume transaksi mencapai ambang | Arus kas operasional + putaran lanjutan |
| Total kebutuhan (COGS) | Rp 180,0 miliar | Terikat milestone, bukan kalender | |